Beternak Burung Puyuh Menjadi Bisnis Yang Sangat Menjanjikan

Beternak Burung Puyuh

Beternak Burung Puyuh ~ Burung puyuh di Indonesia juga menjadi salah satu hewan yang telur dan burungnya bisa dimakan. Pasti anda juga pernah bukan memakan telur puyuh atau bahkan burungnya.

Telur juga menjadi makanan sehari-hari setiap orang entah itu telur ayam atau telur puyuh, karena telur mempunyai manfaat bagi kesehatan diantaranya sumber protein, menjaga kesehatan mata, menjaga fungsi otak dan juga banyak kandungan nutrisi yang demikianya.

Burung puyuh juga ada bermacam jenisnya contohnya burung puyuh jepang. Seperti namanya burung ini berasal dari hutan yang di ternak di wilayah Jepang.

Burung ini juga istimewa karena mempunyai daya tahan tinggi dalam menghadapi penyakit. Burung puyuh juga mempunyai ciri-ciri bertubuh bulat, lebih besar dari pada burung puyuh lainnya.

Mempunyai ekor yang pendek, dan panjang dari badannya hanya 19cm saja. Dan juga walaupun namanya burung tetapi burung puyuh ini tidak bisa terbang seperti burung-burung lainnya.

Cara Beternak Burung Puyuh

Tidak terlalu susah untuk menernakan burung puyuh, namun ada bagusnya anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis dari burung puyuh, apalagi bagi anda yang pemula. Karena burung puyuh mempunyai perbedaan antara jantan dan betina.

Pada jantan warna bulu dari dadanya yaitu cokelat muda sedangkan betina bagian dada atas dan leher warnanya terang dan ada totol-totol cokelat tua. Nah jika anda sudah mengetahui perbedaannya maka anda bisa menternakannya dengan cara dibawah ini.

1. Mempersiapkan kandang

  • Atur kandang supaya mudah terkena sinar matahari. Bertujuan supaya burung puyuh tidak terkena jamur dan kandang tidak melembab
  • Kelembapan kandang berkisar kira-kira 30 sampai 80 persen
  • Temperatur normal kira-kira 20 hingga 25 derajat celcius
  • Jangan biarkan kandang gelap, karena kandang dari burung puyuh harus nyaman dan juga hangat. Maka dari itu anda bisa menambah penerangan lampu sekitar 30 hingga 50 watt

2. Pemilihan bibit unggul burung puyuh

Pemilihan bibit unggul itu tergantung dari tujuan menternak burung puyuh. Terdapat 3 petunjuk yang penting dalam pemilihan indukan burung tersebut diantaranya:

  • Kalau ingin ternak puyuh petelur untuk dikonsumsi maka pilih indukan betina yang sehat, tidak mempunyai macam-macam penyakit
  • Jika ternak puyuh petelur untuk pembibitan maka pilih indukan betina dan jantan yang aktif di dalam proses produksi
  • Dan jika ternak puyuh pedaging maka pilih indukan betina dan jantan yang sudah tidak dapat lagi bertelur

3. Pemeliharaan burung puyuh

Proses dalam pemeliharaan burung puyuh ini harus anda perhatikan dan itu sangat banyak. Dan ini mungkin menjadi beberapa hal yang harus anda perhatikan.

  • Makanan untuk burung puyuh

Supaya burung puyuh yang kita ternak tumbuh dengan baik dan menghasilkan anakan yang bagus maka harus diberi makan yang baik pula contohnya dengan beri makan pelet atau remah-remah misalnya.

  • Kebersihan

Supaya tidak adanya penyakit didalam kandang burung puyuh maka haruslah selalu dibersihkan kandangnya agar burung puyuh pun merasa nyaman.

  • Kontrol penyakit

Dalam memelihara Burung puyuh juga harus ada cek kesehatannya jangan sampai burung itu nantinya terkena penyakit dan bisa menularkan ke burung puyuh lainnya

4. Panen

Panen menjadi hal yang dinantikan saat dalam menternak burung ini. Proses panennya juga terdapat 2 hasil diantaranya:

  • Hasil yang utama pembudidayaan ialah daging puyuh dan terlurnya, juga bibit baru yang bisa diproses untuk dibudidayakan lagi.
  • Hasil tambahan yang berupa bulu puyuh yang bisa di gunakan untuk kerajinan hingga

kotorannya yang bisa digunakan untuk pupuk tanaman.

Ciri-ciri Burung Puyuh

  • Jenis kelamin dibedakan dari warnanya, berat badan dan juga suara
  • Puyuh betina yang dewasa bulu pada dadanya warna merah sawo matang dan belang-belang hitam
  • Puyuh jantan dewasa bulu pada dadanya warna merah sawo matang dan tidak ada belang-belang hitam
  • Tubuhnya berbentuk lebih besar daripada burung puyuh lainnya, ekornya pendek, 3 jari kaki yang menghadap ke muka dan satu jari kaki arah belakang, tubuh yang bulat dan paruh pendek juga kuat
  • Suara burung puyuh jantan lebih keras dari betina
  • Pertumbuhan bulunya lengkap jika sudah berumur 2 mingguan
  • Burung puyuh betina berproduksi sampai 200 hingga 300 butih setiap tahun telurnya seberat 10 gram.

Jenis burung puyuh pedaging dan petelur yang baik untuk dibudidayakan

1. Puyuh Jepang (Coturnix Coturnix Japonica)

Jenis burung puyuh jepang ini setiap tahun bisa menghasilkan telur hingga 250 – 300 butir per ekor. Ciri dari burung puyuh ini adalah pada bagian dada relative rata dan bulu pada bagian atas warnanya cokelat muda.

Juga mempunyai tubuh yang bulat dan besar, puyuh jepang bisa diambil dagingnya karena mempunyai berat yang baik yaitu 120 – 150 gram.

2. Puyuh Gonggong Jawa (Arborophila Javanica)

Puyuh gonggong jawa ini biasanya dibudidayakan dengan jenis puyuh pedaging itu karena bisa dilihat dari ukuran badannya yang cepat tumbuh dan besar.

Ciri dari puyuh gonggong jawa ini mempunyai bulu yang warnanya kemerah-merahan dan adanya tanda bentuk cincin berwarna hitam di bagian kepala

4. Puyuh Batu (Excalfactoria Chinensis)

Puyuh batu mempunyai ciri-ciri warnanya yang mencolok hitam pekat, juga di bagian leher ada tanda putih dan mempunyai tubuh yang berukuran panjang kira-kira 15cm.Burung yang berasal dari Indonesia ini awal habitatnya itu di dataran tinggi.

5. Puyuh Pepekoh (Coturnix Chinensis)

Burung puyuh pepekoh ini dalam setahun bisa menghasilkan telur sebanyak 200 – 280 butir/ ekornya. Burung ini mempunyai ciri yang khas dengan tubuhnya yang mungil kira-kira panjangnya 15cm.

Cara ternak puyuh petelur

Jika anda sudah memilih burung puyuh yang kualitasnya baik, lalu anda perlu mengerti cara menternak puyuh petelur yang baik supaya proses dari budidaya ini bisa berjalan dengan baik.

Dan ini sistem pemeliharaan yang harus anda perhatikan.

1. Sanitasi

Ini bertujuan untuk mencegah adanya penyakit pada burung puyuh. Karna itu sangat lah penting untuk anda lakukan penyemprotan kandang dengan rutin.  Supaya bibit penyakit yang berada disekitar kandang hilang.

2. Pencegahan terhadap penyakit

Pencegahan ini bisa anda menambahkan suplemen organik cair GDM untuk ternak yang harus diberikan jika ternak sudah berumur lebih dari 1 hari.

Pemberian suplemen itu tujuannya untuk menaikkan sistem imun dari burung puyuh telur, mengurangi jumlah ternak yang mati, memperbaiki pencernaannya, dan menambah nafsu makan.

Kriteria puyuh pedaging

Puyuh pedaging atau biasa disebut dengan puyuh Bangkok ini adalah hasil dari persilangan puyuh Coutunix Japonica dan puyuh Perancis. Jadi dimana hasi persilangan ini diperoleh anakan burung puyuh yang menelaah induknya.

Dan hasil dari anakan ini adalah anakan yang memiliki bentuk tubuh yang besar, dan yang bertubuh kecil hanya sebagai puyuh petelur. Harga dari pedaging beku pun mulai dari Rp 9.000,- sampai Rp 12.000,- dan yang dijual hidup berbobot mulai 200 – 400 gram perekornya.

Harga burung puyuh

  1. Puyuh umur 4 minggu / 30 hari/ 1 bulan 8.500 per ekor (minimal order 1000 ekor)
  2. Puyuh Autumn / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 3.300 per ekor
  3. Puyuh Peksi / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 3.500 per ekor
  4. Puyuh Blaster / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 3.200 per ekor
  5. Puyuh Golden Jompang / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 2.900 per ekor
  6. Puyuh Lokal / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 2.900 per ekor

Dan itulah cara-cara berternak burung puyuh yang telah kami rangkum dari situs sukaburung.com semoga bisa bermanfaat bagi anda para pembaca.

Nah,Apakah anda tertarik untuk ternak burung puyuh? Semoga artikel ini bisa memudahkan anda dalam memulai ternak burung puyuh.

Tinggalkan komentar