√ Tahap-Tahap Cara Budidaya Jagung Yang Baik Hingga Menghasilkan

Budidaya Jagung Yang Baik

Budidaya jagung sangat jelas sudah hampir diketahui semua petani di Indonesia. Mengingat indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil jagung terbesar di Dunia. Jagung juga termasuk makanan pokok pada sebagian daerah yang ada di Indonesia. Olahan jagung juga banyak sekali misalnya olahan jagung rebus, olahan jagung manis, olahan jagung kering dan masih banyak lagi.

Di Indonesia juga jagung sangat mudah untuk berkembang biak karena iklim yang ada di Indonesia sangat cocok. Namun ada beberapa teknik untuk budidaya jagung. Untuk budidaya jagung dan teknik ini anda dapat terapkan di beberapa varietas jagung contohnya pada jagung manis, jagung baby corn, jagung warna-warni, jagung hibrida, jagung bisi 2 dan jenis jagung lainnya. Langsung saja berikut ini cara budidaya jagung agar mendapatkan hasil yang banyak.

Baca Juga: Cara budidaya jagung dengan sistem hidroponik

Budidaya Tanaman Jagung

Di dalam budidaya jagung ada beberapa yang harus di perhatikan seperti pemilihan bibit, perawatan jagung, pemupukan jagung dan lain sebagiannya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut penjelasannya.

#1 Mempersiapkan Benih Jagung

bibit jagung

Dalam memilih bibit jagung Anda harus memperhatikan beberapa hal utama yaitu memiliki pertumbuhan yang kuat dan seragam, memiliki produktivitas yang tinggi, tahan terhadap penyakit, serta sesuai dengan keinginan pasar.

Selain ke 4 cara di atas Anda juga dapat memilih bibit jagung yang sudah memiliki sertifikat. Karena bibit jagung yang bersertifikat sudah dilapisi dengan fungisida pada benar agar dapat terlindung dari berbagai penyakit dan dapat tumbuh dengan mudah dan sehat.

Baca Juga: Tips Memilih Bibit Jagung Yang Berkulitas

#2 Mempersiapkan Lahan

ladang jagung

Sebelum lahan ditanami jagung tanah harus di gemburkan dengan cara dicangkul atau dibuat dengan bedeng sedalam 23-35 cm, setelah itu bedeng yang telah dibuat permukaannya diratakan dengan menggunakan garu. Selanjutnya dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang dan pupuk kimia. Pupuk kimia yang digunakan adalah NPK sedangkan pupuk kandang Anda dapat mengagunkan kotoran kambing.

#3 Proses Penanaman

Dalam proses penanaman jagung, terlebih dahulu dibuatkan lubang sedalam 5 hingga 20 cm. lubang dibuat sejajar dengan panjang bedeng yang telah dibuat. Masukan 2 sampai 3 biji benih jagung per lubangnya kemudian ditutup. Pada saat lubang ditutup jangan terlalu rapat agar kecambah mudah menembus tanah. Kecambah akan muncul kurang lebih 1 minggu.

#4 Pemupukan Jagung

Dalam masa tanam minimal dilakukan 2 hingga 3 pemupukan jagung tergantung dari bibit yang digunakan dan tingkat kesuburan tanah yang digunakan. Pupuk jagung yang digunakan harus memenuhi unsur N, P dan K. Unsur N bisa didapatkan dari urea, unsur P dari SP-36 dan unsur K dari KCl.

Baca Juga: Cara Tanam Jagung di Polybag

Takaran pupuk yang digunakan harus sesuai dengan anjuran Balitbangtan per hektarnya adalah 350 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl. Untuk pemupukan jagung dua kali, jagung bisa di pupuk 10 dan 35 hari setelah penanaman, dan untuk 3 kali pemupukan jagung bisa dilakukan 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst. Dalam proses pemupukan jagung yang berbeda harus diberi jarak 7 cm dengan kedalaman 7 cm.

Baca Juga Yah: Cara Mengatasi Hama Pada jagung

#5 Pemeliharaan Jagung

Budidaya Jagung

Dalam Pemeliharaan jagung yang harus dilakukan adalah penyulaman, penjarangan, penyiangan, pembubunan, pengairan dan pengendalian OPT. dalam proses penyulaman jagung dapat dilakukan menggunakan bibit setelah 7 hst sedangkan penjarangan dapat dilakukan setelah 2 hingga 3 minggu setelah penanaman.

Dalam penyiangan tanaman harus dilakukan setelah 15 hari dan harus dikontrol agar tidak terjadi kerusakan pada akar utama dan Penyiangan kedua dilakukan sekaligus dengan pembubunan pada waktu pemupukan kedua. Dalam proses pengairan terdapat 5 fase pertumbuhan jagung yang memerlukan air yaitu fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan, fase pengisian biji dan fase pematangan.

Dalam fase pemeliharaan Anda juga harus melindungi jagung dari berbagai hama dan penyakit. Hama yang umumnya menyerang jagung adalah tikus, babi, lalat bibit, ulat tentara dan lain sebagainya sedangkan penyakit biasa menyerang jagung adalah bulai, bercak, pembusukan dan lain sebagiannya.

Baca Juga: 7 Penyakit Yang Dapat Menyerang Jagung

#6 Panen dan Pasca Panen

Pada umum nya jagung yang siap panen sudah berumur 100 hst, jagung yang sudah siap panen dapat ditandai pada perubahan warna daun klobtonya yang sudah berbawarna agak kekuning-kuningan. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah masa fisiologinya dapat mengakibatkan penurunan kulitas.

Setelah jagung dipanen maka jagung akan dikeringkan dibawah sinar matahairi. Dalam penjemuran umumnya dijemur di ladang bersamaan dengan klobotnya yang sudah dikupas. Namun bisa juga memisahkan jagung dengan klobotnya kemudian dijemur di terpal atau dilantai.

Referensi:

  • 8villages.com
  • pioneer.com

Tinggalkan komentar