Inilah Jenis Penyakit Cabe Rawit dan Cara Mengatasinya

Jenis Penyakit Cabe Rawit dan Cara Mengatasinya

Penyakit Cabe ~ Cabe merupakan salah satu komoditas sayur yang paling populer di Indonesia. Sehingga banyak petani Indonesia yang membudidayakan tanaman cabe rawit ini karena memiliki potensi yang lumayan tinggi. Namun penyakit pada cabe adalah momok bagi petani cabe rawit sehingga dalam pembudidayaan cabe rawit banyak yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Selain Karena akibat Hama, Penyakit cabe rawit juga merupakan salah satu faktor penyebab turunnya kualitas dan produktifitas hasil panen tanaman cabe. Biasanya Penyakit tanaman cabe umumnya disebabkan oleh Virus dan jamur. Pencegahan dan pengendaliannya penyakit dan hama harus cepat dilakukan agar tidak menyebar dan memperburuk keadaan tanaman cabe rawit lainnya.

Namun untuk mengatasi penyakit pada cabe rawit membutuhkan pengetahuan dan ilmu dalam hal pencegahan penyakit cabe. Selain itu petani juga harus mengetahui macam-macam atau jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang tanaman cabe rawit. Nah disini petani ulung akan membahas beberapa jenis penyakit cabe rawit dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Cara Menyemai Benih Cabe dengan Baik dan Benar

Inilah Jenis Penyakit Cabe Rawit dan Cara Mengatasinya!

  • Busuk Daun
  • Bercak Daun
  • Layu Tanaman
  • Antraknosa
  • Virus Kuning

Berikut ini penjelasan dari beberapa penyakit cabe rawit di atas dan cara pencegahan dan cara mengatasinya. Silahkan dibaca dan dipahami.

1. Bercak Daun

Penyakit Cabe Rawit

Penyakit yang pertama adalah bercak daun atau dalam bahasa Inggrisnya adalah frog eyes. Penyakit bercak daun ini disebabkan oleh jenis jamur cescospora capsica. Serang yang disebabkan oleh jenis jamur cescospora capsica ini akan berkembang dengan pesat pada saat musim hujan.

Untuk gejala dari penyakit bercak daun ini adalah munculnya bercak yang berukuran kecil berbentuk bulat dan berwarna coklat muda pada inti bercak dan warna coklat muda pada bagian luar lingkaran bercak. Seiring berjalannya waktu bercak ini akan meluas dan menyebar sehingga membuat daun mengering.

Untuk cara pencegahan penyakit bercak daun adalah dengan mengatur jarak tanaman yang lebih renggang pada musim hujan, mencabut tanaman yang terserang penyakit bercak daun, melakukan penanaman bergilir dengan jenis sayur lainnya dan menanam varietas yang tahan penyakit ini.

Jika penyakit bercak daun sudah menyerang tanaman cabe anda dapat mengatasinya dengan cara menyemprot jenis fungisida seperti Kasumin 2 cc/lt, Difolatan 4 cc/lt, Phycozan, Dithane M-45, Daconil, Topsin, Antracol dan Delsen.

2. Busuk Daun

Penyaki yang kedua adalah penyakit busuk daun. Penyakit busuk tanaman disebabkan oleh jenis jamur Phytophthora capsica. Sama seperti bercak daun, Penyakit busuk daun akan berkembang dengan pesat saat musim hujan karena memiliki kelembapan yang tinggi.

Untuk gejala penyakit busuk daun adalah munculnya bercak basah pada pinggir daun atau tengah daun berwarna coklat. Lama kelamaan bercak tersebut menyebar dan membuat daun berwarna hitam dan membusuk.

Untuk cara mengatasi dan mengendalikan penyakit busuk daun adalah mengatur jarak tanaman cabe agar lebih lebar pada musim hujan, mengurangi dosis pemupukan nitrogen seperti ZA dan Urea, tanaman yang sudah terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar dan melakukan penyemprotan fungisida perekat pada musim hujan.

Baca Juga: Inilah Pupuk Tanaman Cabe Yang Baik Agar Cabe dapat Tumbuh dengan Subur

3. Layu Tanaman

Penyakit layu pada tanaman dapat disebabkan oleh jenis jamur dan bakteri. Layu tanaman yang disebabkan oleh jenis bakteri Pseudomonas solanacearum yang hidup dan berkembang pada jaringan batang tanaman cabe. Sedangkan penyakit layu pada cabe yang disebabkan oleh jamur disebut layu Fusarium karena disebabkan oleh jenis jamur Fusarium oxysporum.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit layu tanaman adalah terjadinya kelayuan pada tanaman mulai dari akar, ranting hingga ke pucuk tanaman yang masih mudah. Untuk cara mengendalikannya dan mengatasi penyakit layu tanaman serangan bakteri adalah dikocor bakterisida (misalnya: streptomisin sulfat, teramisin), sedangkan untuk serangan jamur dengan fungisida (misalnya: tembaga oksida, mankozeb). Saat serangan lahan jangan dilep atau digenangi.

Perbedaan serangan layu yang disebabkan oleh Bakteri dan Jamur

  • Akibat Bakteri: untuk melihat apakah penyakit layu disebabkan oleh bakteri cukup dilakukan dengan cara memotong batang tanaman yang terkena penyakit, potongan akan terlihat berlendir dan berbau. Dan jika akar dicabut lalu dimasukkan ke dalam air akan terlihat seperti asap di dalam air. Tanaman akan terlihat layu pada sore hari maupun malam hari.
  • Akibat Jamur: kebalikan dari akibat bakteri. Jika akar dicabut akan tidak terlihat asap di dalam air dan jika batang dipotong tidak berlendir dan tidak berbau. Tanaman akan layu pada siang haru, namun pada sore hari akan terlihat segar kembali.

Baca Juga: Mengenai Jenis Hama Pada Cabe dan Cara Mengobatinya

4. Antraknosa

Penyakit antraknosa disebabkan oleh jenis jamur Colletrotichum gloesporiodes. Penyakit antraknosa dapat menyerang tanaman pada bagian buah, akan timbul bercak coklat pada kulit buah. Jika penyakit antraknosa menyerang buah cabe akan berakibat buah membusuk dan keriting kemudian melunak dan akan merontokkan buah.

Untuk cara pengendalian penyakit antraknosa adalah dengan menanam jenis varietas yang toleran terhadap penyakit ini, menggunakan lahan yang bukan bekas tanaman famili solanaceae seperti terong, tomat, paprika dll, mengatur  genangan air, menanam tanaman denga jarak yang lebar, Menggunakan palstik mulsa hitam perak agar sinar matahari dapat dipantulkan ke bagian bawah permukaan daun.

Untuk cara pencegahan dapat disemprot dengan fungisida kontak misalnya mankozeb, propineb, klorotalonil, dan tembaga hidroksida. Atau dapat juga dengan fungisida sistemik seperti benomil, metalaksil, dimetomorf, difenokonazol, tebukonazol dan sebagainya.

5. Virus Kuning

Penyakit yang terakhir adalah virus kuning. Penyakit virus kuning basa disebut dengan bulai. Virus kuning disebabkan oleh jenis virus Gemini. Penyakit ini dapat dibawah dari benih itu sendiri atau disebabkan kutu. Gejalanya virus kuning adalah daun kuning dan menjalar keseluruhan bagian tanaman.

Untuk cara pencegahan tidak dapat dilakukan dengan menyemprotkan obat fungisida namun harus dengan pencegahan lebih awal seperti menanam varietas benih yang tahan dengan virus kuning dan membasmi hama kutu penyebab virus ini.

Referensi:

  • 8villages.com
  • benihpertiwi.co.id

Tinggalkan komentar